Tulisan kali ini tidak membahas tentang hal teknis, melainkan mengenai pernak pernik dunia kerja khususnya dunia developer di dunia kerja. Ketika sudah terjun kedunia kerja, seorang developer tidak hanya menghadapi coding dan bug saja. Kita akan bertemu dengan berbagai macam orang, pada momen tertentu kita akan bertemu dengan developer yang unik, akan tetapi keunikan tersebut tidak diperoleh dengan cara yang baik.

Meskipun unik developer ini akan membuat rekan nya merasa tidak nyaman, bahkan bisa menurunkan kinerja dan motivasi dalam bekerja. Tidak sedikit juga rekannya akan menghindari untuk berinteraksi, akibatnya kerja tim jadi rusak karena kurangnya koordinasi. Akan tetapi, developer unik ini akan terus bekerja seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan dengan mudahnya menyalahkan kesalahan kepada rekannya.

Developer yang unik ini biasanya sangat terampil dalam pekerjaannya, mengetahui seluk beluk pekerjaan dan lingkungan di tempat kerja. Terkadang, seolah tau akan potensi orang lain padahal hanya ingin mencari pendukung dia. Apapun itu di dunia kerja ini disebut sebagai rekan penuh racun (toxic) dalam bahasan ini adalah Developer yang penuh racun.

Developer yang penuh racun berbahaya bagi perusahaan dan tidak boleh diremehkan, dibawah ini 3 bahayanya developer yang penuh dengan racun :

Developer beracun menutup inovasi dan ide

Developer yang mengandung racun biasanya memiliki ego yang besar dan ego ini seringkali menghalangi mereka akan keterbukaan inovasi dan ide dari rekan yang lain. Jika ada rekannya yang mengusulkan ide yang baik, developer racun ini akan melakukan apa saja agar ide tersebut terlempar atau jika tidak bisa terlempar dia akan menerima ide itu tapi dia akan berusaha membuat dia terlihat lebih dominan dibanding orang yang memberikan ide tersebut.

Mempromosikan cara berkomunikasi yang salah

Developer beracun menggunakan komunikasi sebagai senjata untuk menekan rekan agar tidak berbicara, developer toxic ini tidak menggunakan komunikasi sebagai kesempatan untuk memahami rekannya dan belajar satu sama lain dengan rekannya, tetapi developer racun menggunakan komunikasi untuk menegaskan keunggulan dirinya. Sebagai contoh, kamu mengajukan pertanyaan kepada developer beracun ini, maka akan di respon dengan cara meremehkan kamu atau membuat kamu merasa tidak mampu untuk bertanya. Misalnya kalimat tanya seperti “Masa kamu belum tau itu ?” dan kalimat “Masa hal seperti ini saja tidak tau” nah kalimat seperti ini akan membuat rekannya merasa gagal dan mencegah rekannya untuk berbicara atau berkomunikasi di hadapan developer beracun ini.

Developer Beracun Dapat Menurunkan Motivasi Bekerja Kepada Rekannya

Sebagai seorang developer, berurusan dengan developer yang beracun tentunya bisa membuat turunnya motivasi bekerja. Seringkali developer racun ini meremehkan ide-ide kita dan umumnya sangat tidak menyenangkan untuk diajak bekerja sama.

Seringkali hal teknis yang dilakukan rekannya terhadap pekerjaan tidak sesuai dengan ego nya, bahkan seringkali rekannya sendiri yang memperbaiki masalah yang dia buat.

Ketika kamu menemukan hal tersebut dan kamu berinteraksi langsung dengan developer racun ini, tidak apa-apa jika kamu tidak tahan dengan ini. Kamu pantas dihargai, kamu pantas mencari peluang lain di tempat lain. Jika semua ini kamu alami maka lihat apakah ada developer beracun disana yang berkontribusi terhadap perubahan lingkungan dan menyebabkan penurunan motivasi terhadap rekan lainnya.

Jika seperti itu maka pikirkan lagi antara fight atau out !

Jangan mempertahankan developer beracun bekerja di tim kamu, efek negatif yang diberikan bisa jangka panjang dan pendek kepada perusahaan kamu yang jauh melebihi kontribusi positif yang mereka buat. Cari tau dan tangani sesegera mungkin atau developer beracun ini akan membuat perusahaan kamu makin rusak di kemudian harinya.