Semenjak WhatsApp merubah kebijakan privasinya banyak orang di grup-grup WhatsApp menyarankan untuk beralih ke aplikasi lain, bahkan sampai memaparkan keunggulan dari aplikasi pengganti tersebut. Ada yang menghubungi ke saya secara personal untuk menggunakan aplikasi signal sebagai aplikasi pengganti WhatsApp.

Saya pun sering mendapatkan pemberitahuan di aplikasi WhatsApp, bahwa ada kebijakan baru lengkap dengan keterangan kebijakan terbarunya. Perubahan kebijakan terbaru oleh pihak WhatsApp ini seolah-olah memaksa kita untuk menyetujui jika masih ingin menggunakan aplikasi WhatsApp. Sebaliknya, jika menolak aplikasi tidak dapat digunakan.

Lalu, apakah dengan kita tetap menggunakan WhatsApp aktivitas atau kehidupan kita terganggu ? Apakah aplikasi yang digadang-gadang bisa menggantikan WhatsApp aman dan tidak akan mengambil data kita ? Kalaupun ingin mengganti ke aplikasi lain, apakah semudah itu ?

Perlu kamu ketahui bahwa aplikasi media sosial yang kita gunakan secara gratis sebenarnya tidak sepenuhnya gratis. Maksudnya ada harga yang harus kita bayar ketika menggunakan fitur-fitur luar biasa didalam aplikasi media sosial yang dinilai gratis. Saya rasa sudah jelas di paparkan bahwa kebijakan privasi pada setiap aplikasi media sosial (tetapi jarang user yang membaca terlebih dahulu sebelum menggunakan).

Jika kita menggunakan sebuah produk media sosial tanpa membayar itu artinya produknya adalah kita sendiri sebagai pengguna.

“Banyak layanan di internet yang kita gunakan dan banyak orang menganggap gratis. Tapi, itu sebenarnya tidak benar-benar gratis. Karena semua itu dibayar oleh pengiklan dan kenapa mau membayar ? karena mereka membayar semua iklan mereka untuk ditampilkan kepada kita” .

-Justin rosenstain

Maksudnya ketika kita menggunakan layanan gratis seperti Google, Facebook, Twitter, TikTok, Hago dan aplikasi lainnya. Maka, sebenarnya kita memberikan data privasi kita sebagai biaya langganan selama menggunakan aplikasi tersebut.

Hal ini juga dilakukan oleh pihak WhatsApp untuk memberikan personal ads dengan tujuan agar iklan sesuai selera, sesuai minat kita, sesuai aktivitas kita di internet dan berdasarkan data yang dikumpulkan seperti Ip Address, nomor ponsel, tanggal lahir, kesukaan dan data yang lainnya. Pernahkah kamu searching di google misal kamu mengetikan sepeda terus banyak iklan di internet yang memunculkan sepeda ? (cek tentang bagaimana google mengambil data privasi kita).

Tujuan WhatsApp Merubah Kebijakannya

Harapan pihak WhatsApp dengan kebijakan privasi terbaru ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna/pembisnis lebih mudah dalam berinteraksi dengan konsumen atau individu dan diharapkan dapat memberikan pelayanan terbaik.

Sebagai gantinya pihak Facebook bisa mengetahui bagaimana kita berinteraksi dengan toko atau perusahaan yang menggunakan akun WhatsApp Bussiness. Sehingga facebook dapat memberikan rekomendasi iklan yang sesuai dengan aktivitas tersebut kepada kamu di aplikasi milik Facebook seperti Instagram & Facebook Messenger.

Apakah semudah itu beralih ke aplikasi lain ?

Jawabannya sih tergantung, bisa mudah dan bisa tidak. Saya sendiri sampai sekarang belum kepikiran untuk pindah ke aplikasi lain, karena jika saya pindah maka akan menimbulkan masalah baru untuk saya pribadi perihal komunikasi dengan lingkaran sosial saya.

Memang mudah mengganti aplikasi dari WhatsApp ke aplikasi lain. Tinggal uninstall WhatsApp dan download aplikasi yang lain. Lalu setelah itu apa ? Seperti kita berdiri di hutan antah berantah namun disana tidak ada orang yang bisa kita ajak bicara atau ngobrol.

Apakah mungkin semua orang yang ada di lingkaran sosial kita, kita beritahu satu-persatu dan mengajak mereka untuk pindah ke aplikasi lain. Ok kalo mereka mau, lalu kalo sebagian besar di lingkaran sosial kita tetap memilih bertahan, apa yang akan terjadi ? Bagaimana rekan kerja kita memberikan pekerjaan pada kita ? Bagaimana cara perusahaan memberikan pengumuman kepada kita ? Sedangkan sekarang ini sudah umum personal sampai perusahaan menggunakan aplikasi ini untuk berkoordinasi dengan timnya.

Jika aktivitas kamu menggunakan WhatsApp tidak terlalu sering maka bisa beralih ke SMS yang lebih cepat sampai apalagi sekarang menggunakan jaringan 4G LTE atau mungkin bisa beralih ke aplikasi media sosial yang banyak direkomendasikan orang-orang.

Tapi, jika kamu cukup sering beraktivitas di WhatsApp apalagi lingkaran sosial kamu seperti pekerjaan, hobi, komunitas yang kesehariannya berkomunikasi menggunakan WhatsApp maka bisa bertahan karena akan rumit jika berganti ke aplikasi lain.

Apalagi jika kita beralih dari WhatsApp ke aplikasi lain, lalu kita masih menggunakan Facebook & Instagram itu namanya kita tidak mengijinkan orang lain mengambil data kita tapi boleh mengambil data kita ditempat lain. Aneh bukan ? Jika ingin beralih lebih jelas menggunakan SMS atau telepon biasa, apalagi biaya lebih murah.

Kalo begitu gunakan aplikasi chatting buatan masyarakat Indonesia !

Mudah sih sebenarnya membuat aplikasi chatting atau messenger seperti WhatsApp atau Facebook namun faktanya persaingan pasar dan pemenang pasar bisa dihitung jari. Pernah menggunakan BBM ? Bagaimana menurut-mu nasib BBM sekarang ?

Indonesia termasuk pasar yang seksi dan banyak perusahaan yang ingin merebut pasar Indonesia dalam hal aplikasi chatting. Kita sebut aja satu – satu yang pernah sempat ramai di Indonesia seperti KakaoTalk, Line, WeChat dan lain sebagainya.

Bahkan mahasiswa asal Indonesia juga sempat ramai menciptakan aplikasi chatting yang mirip WhatsApp cek beritanya disini.

Bagaimana nasib aplikasi tersebut ? atau begini saja sekarang apakah kamu sering menggunakan aplikasi tersebut ?

Jadi menurut hemat saya dan menghemat energi kamu juga maka biarkanlah pemerintah yang mengawasi hal ini. Pemerintah pun jika memang menilai kebijakan terbaru dari WhatsApp ini merugikan masyarakat. Pemerintah yang memiliki akses dan pengaruh akan menekan pihak WhatsApp untuk merubah kebijakannya itu.

Kalaupun pihak WhatsApp tidak mau merubah kebijakannya, seperti telegram yang sempat hak akses di Indonesia di cabut karena tidak mematuhi aturan di Indonesia. Mungkin akan melakukan hal yang sama terhadap WhatsApp jika tidak patuh dengan aturan yang ada di Indonesia.

Jadi kita tidak perlu ribut mengenai hal ini, toh kita sudah di ambil data kita semenjak pertama kali menggunakan media sosial. Kapan kamu pertama kali menggunakan media sosial ?