Pertama kali belajar mengetik (istilah di desa saya) dikenalkan oleh guru itu adalah aplikasi microsoft office 2003, sampai-sampai saya membeli buku panduan aplikasi pengolah kata dari microsoft ini.

Ketika masuk perguruan tinggi pun menggunakan produk microsoft kalo tidak salah versi 2010-nya. Sampai pada akhirnya saya memutuskan mengganti secara bertahap aplikasi yang awalnya saya menggunakan produk microsoft beralih ke produk open source atau yang free.

Pastinya, ketika mulai beralih. Saya mulai mencari software pengganti yang gratis namun masih legal. Dari banyak software yang direkomendasikan internet salah satunya adalah LibreOffice dan OpenOffice untuk jenis aplikasi pengolah kata.

Saya jatuh hati kepada LibreOffice, karena interfacenya familiar dengan ms office yang saya pernah gunakan ketika itu. Saya pun tidak terlalu mencari banyak panduan tentang cara penggunaan LibreOffice ini karena cukup familiar. Jadi, sampai saat ini saya bekerja, nulis skripsi atau nulis rangka tulisan blog di LibreOffice ketika sementara saya belum bisa membeli ms office (tapi libreoffice cukup powerfull).

Aplikasi LibreOffice ini terdiri dari enam tools untuk kebutahn pekerjaan dengan fitur yang cukup lengkap. LibreOffice Calc pada dasarnya sama dengan Excel di Ms Office. Draw memungkinkan kita bisa menggambar logo dan diagram. Impress sama seperti powerpoint di MS Office lalu yang terakhir adalah Writer ini sama dengan MS Word. LibreOffice bisa digunakan di Windows maupun Linux.

Sampai saat ini saya telah menggunakan Microsoft Office dan LibreOffice dan saya akan mengatakan kepada kamu bahwa sekarang saya telah cukup lama menggunakan LibreOffice, terakhir saya menggunakan Microsoft Office itu ketika saya belum nikah sekitar 2 tahun yang lalu lah.

Saya menggunakan LibreOffice itu karena dua alasan utama. Pertama saya tidak memiliki software Microsoft Office yang original. Jadi, dari pada saya menggunakan yang bajakan, akhirnya saya menggunakan LibreOffice sebagai penggantinya.

Selain sederhana. LibreOffice juga memiliki fitur yang cukup mudah digunakan, meskipun ketika mau custom page number sedikit kesulitan tapi dokumentasi tutorial di internet cukup banyak dan membantu menjawab kesulitan tersebut.

Alasan kedua. LibreOffice adalah software gratis. Itu berarti setiap orang, siapa saja dapat mengunduh dan menggunakannya, Ini aspek bagus bagi orang seperti saya yang belum bisa membeli Microsoft Office original. Sehingga bisa menghindari penggunaan aplikasi bajakan.

Selama saya menggunakan LibreOffice, saya menggunakan LibreOffice untuk menghasilakan beberapa dokumen dalam berbagai format dan menemukan bahwa, dibandingkan aplikasi pengolah kata yang populer.

LibreOffice sedikit lebih cepat dan ringan, bahkan ukuran file installasinya ketika di download tidak terlalu besar. Ini adalah kabar baik bagi kita yang suka kesal menunggu lama mendownload aplikasi.

Sumber daya yang dibutuhkan LibreOffice pun sedikit sehingga komputer tua sekalipun bisa menjalankan banyak tugas. Saya bisa melakukan pengetikan di LibreOffice Writer dan saya pun browsing di Chrome dengan menggunakan beberapa tab sekaligus sambil mendengarkan murottal dengan menggunakan aplikasi VLC. Komputer masih tetap lancar seperti yang diharapkan. Aplikasi LibreOffice tidak merepotkan bahkan kita bisa menyimpan dan mengimport berbagai format file.

Masalah yang saya alami selama menggunakan LibreOffice ini ketika aplikasi pertama kali dibuka sedikit lambat untuk ukuran aplikasi yang bisa digunakan multitasking. Tapi, setelah kebuka lancar tidak ada hambatan dan lambat itu hilang, ini hanya terjadi ketika aplikasi pertama kali dibuka.

Ini mungkin saja sistem komputer saya bermasalaah atau memang ada kesalahan, error dan bug yang harus segera diperbaiki pihak LibreOffice. Bagaimanapun juga itu hanya gangguan kecil yang tidak terlalu berpengaruh untuk komputer saya.

LibreOffice Vs Microsoft Office

Saya yakin setelah membaca artikel ini, diantara kalian akan ada yang bertanya, mana yang harus saya gunakan ? Jawabannya …… tergantung. Jika kamu bisa membeli software original Microsoft Office saya menyarankan menggunakan itu. Tapi, jika kamu belum bisa membeli atau kamu adalah pengguna linux mungkin saya sarankan memakai LibreOffice sih.

Secara keseluruhan, saya akan mengatakan bahwa jika kamu mampu dan sudah menggunakan aplikasi pengolah kata yang berbayar seperti Microsift Office misalnya, maka silahkan pakai yang itu. Hemat saya tidak perlu mengganti aplikasi LibreOffice untuk bekerja. Pergunakan aplikasi yang ada dan legal.

Namun, bagi kamu yang belum bisa membeli software pengolah kata yang legal/original maka saya sarankan menggunakan LibreOffice, karena ini legal dan gratis.

Minimal jika kamu masih sangat menyulai software yang berbayar selama menggunakan LibreOffice kamu bisa menabung dulu untuk beli software yang berbayar tersebut. Jangan menggunakan yang bajakan !

Intinya sih : saya akan merekomendasikan LibreOffice ini kepada siapapun, terkhusus kepada kamu yang masih menggunakan office bajakan. LibreOffice siap membantu kamu yang masih menggunakan software bajakan karena LibreOffice tidak memiliki label harga.

LibreOffice yang saya gunakan : Versi 6.4.2.2 (x64) pada Windows 10 Home

Untuk mendapatkan info terbaru tentang LibreOffice bisa mengunjungi situs resminya : https://www.libreoffice.org/.