Postingan saya kali ini bukan bicara tentang tutorial, trik programming, opini tentang dunia komputer/semacamnya tapi ini sebuah renungan untuk saya pribadi yang sedikit pengalaman dan seorang manusia yang suatu saat akan meninggal. Selama ini, selama karir saya di dunia yang berhubungan dengan komputer atau yang sekarang saya jalani sebagai webmaster disebuah perusahaan rintisan di Kota Tasikmalaya, saya telah menemukan beragam pengalaman unik tentang cara berfikir kebanyakan manusia yang saya temui dan saya amati akhir-akhir ini. Garis besarnya adalah tentang rizki, ilmu, materi atau sebuah pengalaman.

Jika berbicara tentang rizki, setiap orang tentu saja memiliki rizkinya masing-masing dan tidak akan pernah tertukar rizki seseorang dengan seseorang yang lain, saya percaya itu. Guru saya pernah bilang “Jangan berhenti berbuat baik pada sesama, karena itu akan kembali padamu dan mengantarkan rizki padamu” ya ! saya percaya itu.

rizki itu bukan hanya berbicara materi seperti uang dan harta. rizki ini umum bentuknya bisa ilmu, pengalaman, kesehatan, teman yang baik, lancar dalam melakukan sesuatu, atasan yang mengerti. Dan semua itu sebenarnya bisa mendatangkan sebuah materi seperti uang dan harta, Misal seseorang yang memiliki ilmu dan pengalaman yang cukup di bidang tertentu dia tentunya akan mendapatkan gaji lebih tinggi dari yang kurang pengetahuan dan sedikit pengalaman (tapi gk tentu seperti itu, hanya saja kebanyakan), begitu pun yang lainnya. Tergantung kepada kita bagaimana kita berpikir dan bagaimana kita bersyukur sih.

rizki yang berupa materi yang seringkali orang-orang bicarakan, tidak sedikit yang mengagungkan oleh kebanyakan orang. memang tidak bisa dipungkiri sekarang ini zamannya uang. Segala sesuatu butuh uang (tapi tidak semuanya, masih banyak tutorial yang gratis kok). Tapi, percayalah rizki sudah diberikan jatahnya masing-masing, kita sebagai manusia hanya jangan berhenti berikhtiar dan berdoa, apapun hasilnya kita serahkan saja pada yang menciptakan kita.

Salah satu bentuk rizki adalah ilmu dan pengalaman, tadi saya sempat sedikit membahas tentang ini di paragraf atas, rizki ilmu dan pengalaman jarang banyak yang memikirkannya oleh kebanyakan orang. Saya salah satu yang sangat menyukai ilmu apalagi pengalaman, ilmu dan pengalaman ini merupakan aset jangka panjang yang tak akan pernah habis. Ilmu dan pengalaman ini bentuknya masih belum matang karena harus diolah lagi. Disinilah yang disebut proses, proses mengolah ilmu dan pengalaman, proses itu unik loh.

Alhamdulillah, saya sudah hampir satu tahun ini sangat bersyukur sekali, hidup saya tidak selalu sama di depan laptop dan saya sudah mendapatkan pekerjaan sesuai bidang keilmuan saya meskipun saya masih kuliah, doakan ya saya sedang menyusun skripsi sekarang. Saya masih ingat setahun kebekalang saya seperti tidak punya kehidupan. Bekerja layaknya robot, hanya untuk mengejar kertas yang bisa dibelikan beragam makanan dan barang yang tidak akan pernah habis jika selalu dikejarnya, bukan hanya itu bahkan akan semakin menjauh.

Setahun sekarang ini saya merasa lebih menjadi manusia pada umumnya. Bisa bersosialisasi (yang terkadang tetap suka malu-malu) dengan teman-teman baru di tempat kajian, mempelajari lebih dalam tentang keagamaan (yang terkadang masih belum serajin yang lain), diskusi dengan penggiat komputer yang lain. Memang side project saya sedikit berkurang dari sebelumnya, mungkin rizki materi saya berkurang tapi rizki yang lainnya berupa ilmu dan pengalaman yang baru, teman baru, waktu yang lebih berarti saya dapatkan. Banyak sekali rizki yang Allah Ta’ala berikan kepada saya, terkadang saya seringkali lupa untuk bersyukur.