Sesekali saya posting non teknikal biar ada sedikit warna lain didalam blog ini.

Dibulan september kemarin diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke Kota Yogyakarta.

Salah satu tempat yang saya kunjungi adalah keraton Yogyakarta, kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota Budaya ini tidak menyempatkan berkunjung ke istana raja.

Saya pernah dibawa dan tinggal di Kota Yogya ketika masih kecil, pokoknya masih kecil ketika ibu masih bekerja disana sebagai ibu kantin di UNY.

Setelah beberapa kali saya ke Kota Yogya ketika kecil, ini pertama kalinya lagi saya berkunjung kembali ke yogya dan ke istana raja(keraton), padahal ada keluarga saya yg menetap di kota budaya ini, terlebih ketika saya menikah, keluarga yg menetap disana pun bertambah.

Disekitaran keraton ada dua alun-alun yang posisinya persis berada dilingkungan keraton yaitu alun-alun utara yang berada dibelakang keraton dan alun-alun selatan yang berada tepat didepan keraton.

Dikedua alun-alun tersebut ada pohon kembar persis ditengah alun-alun, ketika saya di alun-alun utara tepat disekitaran pohon kembar (begitu saya menyebutnya) ada beberapa pengunjung yg menutup mata nya dengan penutup berwarna hitam, katanya sih jika kita bisa menyentuh pohon kembar tersebut dalam keadaan mata ditutup maka keinginan kita akan terkabul. Hmmmm masa sih ?

Alun-alun utara keraton yogya

Namun sayang, dialun alun utara ini sampah begitu berserakan seperti sampah plastik dan bungkus jajanan, berbeda dengan alun alun selatan yang bersih bahkan di tengah alun alun tidak ditemui para pedagang. Coba lihat foto diatas. Banyak sampah bukan ?

Ketika disana saya belum sempat untuk masuk ke keraton karena tiba disana sore hari sekitaran jam 5 sore.

Terlebih saya belum tau jadwal dibuka nya keraton dan dibolehkannya pengunjung masuk kesana, tapi meskipun begitu saya tetap senang walau hanya main disekitaran keraton.

Pernah main ke istana raja ? share pengalamannya di kolom komentar ya