Di tahun 2020 ini banyak hal telah terjadi di Indonesia, New normal adalah salah satunya. Situs marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak dan Blibli sepertinya jumlah transaksi dan pengguna mereka meningkat pesat selama periode pandemi. Efek dari pendemi ini yang tadinya belanja online menjadi hal yang jarang. Kini banyak yang memilih untuk belanja melalui online, sekalipun jarak antara rumah dan restoran hanya beberapa meter. Belanja online ini menjadi hal biasa, Mungkin ini new normal karena yang normalnya kita belanja menghampiri tokonya langsung kini barang yang datang kerumah secara langsung.


Menurut publikasi yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik “Tinjauan Big Data Terhadap Dampak Covid-19 2020”, penjualan online meningkat pesat dibanding penjualan pada bulan januari 2020.

Bulan maret 2020 penjualan online meningkat sebanyak 3,2 kali penjualan dari penjualan online pada awal tahun. Pada bulan april 2020 meningkat kembali menjadi 4,8 kali penjualan dari bulan januari 2020. Lengkapnya saya buat dalam bentuk infographic agar mudah di pahami.

Bagaimana, apakah kamu tidak tergiur dengan lonjakannya ? ini adalah peluang, kebiasaan masyarakat kita sudah berubah. Apakah kita hanya menjadi penonton saja atau ambil bagian dengan memanfaatkan data ini ?

Berdasarkan data tersebut aktivitas jual beli secara online semakin lazim dan penyebaran internet juga semakin meluas di Indonesia. Maka dari itu, belanja tanpa keluar rumah tidak hanya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di kota besar saja, akan tetapi sudah mulai banyak dilakukan di beberapa daerah yang bahkan jauh dari kota besar, Fenoma ini bisa menjadi peluang besar jika kita manfaatkan dengan seksama.

Namun, platform seperti apa yang tepat untuk digunakan berjualan online ? apakah dengan membangun website sendiri atau justru menggunakan marketplace ?

Di tulisan kali ini membahas salah satu dilema yang paling sering dihadapi seseorang yang ingin memulai jualan online yaitu apakah menjual di marketplace atau membuat website sendiri dan menjual produknya di website tersebut.

Meskipun jawaban dari pertanyaan tersebut tidak ada ukuran untuk menjawabnya, akan tetapi saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu kamu melalui tulisan ini. Saya akan membahas seperti apa dari masing-masing pilihan itu, pro dan kontra nya, cara kerja dan yang terpenting bagaimana membandingkan satu sama lain dan memilih waktu yang tepat untuk menggunakannya.

Insya Allah setelah membaca tulisan ini sampai akhir, kamu akan tau mana yang lebih cocok untuk kamu !

Apa Itu Marketplace ?

Sederhananya adalah sebuah situs web yang dimana di dalamnya ada banyak produk yang ditawarkan berasal dari banyak penjual. Kita bisa memilih dari banyaknya tawaran produk disana, seperti halnya pusat perbelanjaan di dunia nyata.

Mempersiapkan toko kamu sendiri di marketplace cukup mudah, bahkan kamu bisa membuat akun toko kamu dengan menggunakan akun facebook kamu.

Yang terlibat di marketplace itu ada banyak pihak yang terlibat, diantaranya pemilik/penjual produk, pelanggan dan admin marketplace.

Saya ambil contoh salah satu marketplace populer di Indonesia yaitu Tokopedia.

Perusahaan yang mengurus pemeliharaan websitenya, lalu menginvestasikan waktu dan uang mereka untuk menarik klien potensial dan juga menawarkan proses belanja serta pembayaran yang aman dan terpercaya. Namun, setelah penjualan dilakukan, produk tidak di kirim oleh pihak tokopedia sendiri namun di kirim oleh si penjual.

Salah satu manfaat jualan melalui marketplace adalah nyaman tanpa harus khawatir tentang kinerja website dan pemeliharaan akan tetapi kamu pasti akan bersaing dengan penjual lain yang memiliki produk yang sama. Tapi, marketplace adalah pilihan yang tepat bagi penjual yang memiliki penjualan yang tidak terlalu besar untuk membangun website sendiri.

Jadi, apakah kamu akan tetap membuat website sendiri ? mari kita lihat bahasan berikutnya !

Apa Itu Website Toko Online ?

Website toko online merupakan situs web yang dimana pemilik produk menjual produk/layanan kepada banyak pelanggan. Karena situs web toko online ini dimiliki langsung oleh pemilik produk, maka hanya ada dua pihak yang terlibat dalam proses jual belinya yaitu penjual dan pembeli.

Berbeda dengan marketplace, yang dimana marketplace harus selalu memastikan situsnya selalu stabil dan berjalan dengan baik karena digunakan oleh banyak penjual, sedangkan situs web sendiri perlu pembentukan brand dan dikelola langsung oleh penjual produk (pemilik produk).

Menyiapkan website sendiri layaknya toko tidak harus membuat dari awal coding. Karena sekarang ini ada banyak platform cms untuk website yang bisa digunakan untuk membangun website toko sendiri diantaranya Woocommerce, Magento dan Shopify.

Bagaimana kamu tau bahwa produk kamu sudah layak untuk dijual di website sendiri ?

Saya menyarankan kamu untuk mempertimbangkan matang-matang terlebih kekhususan bisnis tempat kamu beroperasi seperti apa. Apakah penjualan kamu berpotensi mengharuskan kamu untuk membuat website sendiri dengan fitur khusus ? dan kontrol terhadap branding, akses data ke customer.

Website sendiri sebenarnya bisa sangat dimanfaatkan untuk kamu yang ingin leluasa mengakses data customer dan kontrol terhadap brand awareness.

Website Sendiri VS Marketplace : Perbedaan Yang Perlu Dipertimbangkan

Saya telah menjelaskan bagaimana marketplace dan website sendiri bekerja, saatnya kita melihat bagaimana dua solusi ini jika dibandingkan.

Saya telah memaparkan semua perbedaan antara website sendiri dan marketplace serta membahas kelebihan dan kekurangannya.

Nah, dibawah ini ada rekaman yang menarik membahas mengenai website dan marketplace. Kebetulan didalam rekaman ini adalah saya bersama teman saya yaitu abu zubair, beliau merupakan senior saya dalam hal bisnis online. Simak pembahasannya dibawah ini :

Marketplace adalah titik awal untuk memasarkan produk ke pelanggan yang lebih suka belanja melalui marketplace, terlebih jika kamu adalah pembisnis online pemula karena lebih hemat biaya. Akan tetapi, jika kamu ingin membangun merek dan mendapatkan full akses kepada konsumen kamu, maka memiliki website sendiri adalah pilihan yang tepat.

Terlebih, jika kebutuhan kamu adalah branding maka cara terbaik menggunakan website sendiri. Untuk membangun website sendiri langkah awalnya kamu mencari penyedia layanan domain murah yang sesuai dengan brand kamu. Domain ini nantinya akan digunakan untuk membuat website dan email bisnis kamu nantinya. Misalnya saja eriga@mainkit.id, saya menyarankan kamu untuk membeli domain dan juga Hosting-nya di rumahweb.com.

Jadi, ketika kamu akan memilih salah satu lihatlah prioritas kembutuhan kamu atau kamu bisa menggunakan keduanya (disinergikan) antara website sendiri dan marketplace untuk menjaring pasar yang berbeda secara bersamaan.

Tetapi, semua ini tergantung kepada diri kamu, jika kamu memilih keduanya maka akan menguntungkan untuk bisnis kamu kedepannya.