Sekarang adalah era digital, trend start up adalah salah satu dari dampak era ini meskipun kata start up bukan hanya bisa diterapkan di perusahaan berbasiskan teknologi saja.

Tidak hanya start up teknologi, sekarang ini katakanlah perusahaan non teknologi (begitu saya menyebut perusahaan yg produk atau jasanya tidak berfokus pada teknologi) mulai merambah memanfaatkan teknologi, bahkan ada yang memanfaatkan teknologi secara utuh maka tidak jarang perusahaan non teknologi ini membuka lowongan kerja untuk posisi yang kaitan nya erat dengan teknologi seperti programmer, UI Desaigner, Mobile Developer dan posisi lainnya.

Terus apa yang akan saya bahas ditulisan ini ? Tentu saja saya tidak akan membahas seputar start up seperti dalam pembukaan tapi di tulisan ini saya membahas tentang kemungkinan konflik yg terjadi antara karyawan IT yang direkrut oleh perusahaan non teknologi yang sebagian besar karyawannya adalah “awam” tentang teknologi. Ini berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Saya membaginya menjadi beberapa, simak dibawah ini :

Kamu Kerjanya Santai Kayak Di Pantai

Poin ini pernah saya tulis ditulisan terpisah disini, intinya sih memang terkadang orang yang kurang mengerti tentang pekerjaan saya, akan berfikir kalo kerjaan nya santai bisa sambil ngopi, dan sistem udah jalan paling hanya tinggal ngelola saja (padahal engga gitu, sistem sudah jalan pun harus tetap dipantau dan dirawat).

Semua pekerjaan atau profesi itu punya porsinya masing-masing, siapapun tidak bisa menyamakan tingkat kesibukan dll, karena bisa jadi profesi/pekerjaan kamu tidak lebih sibuk dibanding pekerjaan lain, jika siapapun melihat pekerjaan orang lain terlihat lebih santai mungkin itu yang disebut rumput tetangga lebih indah, atau coba menawarkan diri untuk bantu pekerjaan yang kita anggap santai dan tidak sibuk itu maka kita akan merasakannya juga. Semua pekerjaan ada porsi dan tingkat kesulitan dan kemudahan nya sendiri, kita tidak pantas untuk menyamakan semua pekerjaan atau menganggap gampang pekerjaan orang lain. (dikutip dari link : kerjaan kamu lebih santai)

Dipotong Orang & Ruangan Kerja Yang Berisik

Huft ini yang cukup parah menurut ku entah untuk sebagian karyawan IT lainnya tapi saya tidak bisa berfikir dan ngoding di tempat yang berisik, terkadang bug yang sudah diselesaikan seringkali buyar kalo berisik. Terlebih dalam satu ruangan ada sampai 5 orang dengan posisi pekerjaan yang berbeda, pernah ketika saya lagi enak fokus, rekan disamping saya membicarakan pekerjaan nya dan itu membuat saya terganggu dan tidak bisa berfikir.

Ditambah gangguan lain seperti interupsi yang sering saya dapatkan, misal ketika fokus bekerja ada saja orang yang memotong pekerjaan dengan hanya nanya ini gimana ? Itu gimana dll, itu sangat mengganggu sekali.

Jika kita salah satu orang yang tidak suka di interupsi/dipotong, maka kita harus bisa mengatakan dengan jelas dan tidak takut untuk memotong kembali orang yang menginterupsi kita tapi tidak dengan berkata kasar, katakan saja “biarkan saya menyelesaikan dulu pekerjaan ini” untuk tempat kerja mungkin bisa mengajukan pindah ruangan atau jika itu tidak dimungkinkan, mintalah untuk tidak berisik.

Kamu Kerjanya Apa Sih ?

Berbulan-bulan bahkan mungkin sampai bertahun-tahun bersama menjadi rekan kerja masih aja ada yang bertanya, Kamu Kerja Ngapain Aja sih ? Oke, masih lebih baik pertanyaan seperti, tapi bagaimana kalo misalnya pertanyaan seperti itu dilengkapi dengan kesimpulan yang seperti ini kamu enak kerjanya nyantai dan banyak waktu luang serta kerjaan kamu kayaknya gampang, hmmm paling saya akan minta tukar posisi nanti. Huft begitu mudahnya berkata seperti itu ?

Lagi-lagi seperti poin diatas atasi dengan bicara baik-baik karena bisa jadi belum mengerti apa yang kita kerjakan, sampaikan dan jelaskan dengan baik, jika diperlukan gunakan bahasa yang lebih sederhana.

Kamu Kan Anak IT

Untuk poin ini saya yakin hampir semua orang yang bekerja dibidang ini mengalaminya. Misal hey eriga bisa benerin laptop gak, kamu kan anak IT pasti bisa lah. Atau seperti ini hey ga kamu kan anak IT pasti bisa lah hack facebook mantan ku. Pernah ditanya atau bertanya seperti itu ? Baik, saya setuju jika katakanlah anak IT harus selalu up to date setiap informasi tapi bukan berarti semua bidang di IT dikuasai.

Parahnya sampe ada perusahaan yang menaruh salah satu syarat keahlian yg absurd yaitu bisa benerin AC (pendingin ruangan) apa hubungannya dengan IT ? Saya pernah menulis tentang perusahaan ini ditulisan sebelumnya karena sempat viral di media sosial tentang perusahaan tersebut.

Tidak semua orang IT itu menguasai segala bidang di bidang IT, jadi jangan suka menghujat orang IT jika orang IT ini tidak bisa memenuhi keinginan kalian.

Menurut mu bagaimana sih orang IT itu ? Apakah seperti yang diatas ? Atau punya pengalaman sendiri ? Share di kolom komentar ya !