Awalnya saya ngobrol via chat di WhatsApp dengan kawan yang tinggal di bekasi sana, ngobrol ngalor ngidul yang pada akhirnya ngomongin kerjaan dia dan menjelaskan beberapa rencana dia tentang program baru untuk sekolah tempatnya bekerja.

Salah satu program hasil gagasan teman saya itu adalah ekskul programming untuk bidang web, namun belum nemu pengajarnya. Tanpa pikir panjang saya tawari sebuah kelas online basic web programming yang saya kelola kepada teman saya itu untuk disebar di siswa-siswinya, barangkali ada siswa – siswinya yang berminat.

Teman saya ini malah menawarkan saya untuk jadi pengajar eksternal di sekolah sana, saya ditawari mengajar ekskul programming hasil gagasan dia, saya sih tidak masalah ketika itu. Tapi, ga mungkin jika setiap pekan saya tatap muka mengajar.

Karena posisi saya di Kota Tasikmalaya dan sekolahnya itu berada di Cikarang barat, Kab Bekasi. Cape dong kalo misalnya saya kesana sepekan sekali. Saya bilang ke teman saya “saya mau mengajar disana, tapi tatap mukanya sebulan sekali sisanya belajar mengajar dilakukan secara daring”.

Teman saya pun setuju dengan tawaran saya dan akhirnya deal saya mengajar disana, awal-awal agak bingung dengan platform apa yang harus saya gunakan untuk menunjang proses mengajar, tentunya harus memakai platform yang tidak menyulitkan saya dan juga siswa saya nantinya.

Keputusan saya yaitu memilih platform blog dengan metode tulisan dan juga video, pertama karena saya memiliki blog jadi tulisan-tulisan materi saya simpan di blog + dengan video-video pembelajaran nya.

Kelebihan & Kekurangan Menggunakan Platform blog Sebagai Media Pembelajaran Daring

Tujuan saya menggunakan platform blog untuk menunjang pembelajaran secara daring adalah tidak menyulitkan siswa saya dalam belajar justru mereka akan di paksa untuk membaca dan menyimak secara seksama.

Dengan blog keluhan suara tidak jelas dan suara putus-putus tidak ada gangguan seperti itu, karena konten materinya berupa tulisan dan rekaman video. Berbeda dengan menggunakan video meeting seperti zoom, google meeting dll yang cara kerjanya dilakukan secara streaming. Seringkali ada siswa yang mengeluh suara pengajarnya kurang jelas (karena masalah jaringan).

Dengan blog materi bisa dipelajari kapanpun, tidak terikat dengan jadwal (meskipun disarankan ketika pas jadwalnya dipelajari). Tapi, minimal materi bisa dipelajari secara berulang. Mungkin, tidak terlalu menyedot kuota karena terkadang materi diberikan berupa tulisan.

Platform ini cocok bagi guru pengampu mapel yang bernuansa teknologi terlebih mapel yang saya pegang yaitu web programming, setidaknya mengenalkan dan membiasakan mereka cara belajar online, tau apa aja yang harus dipersiapkan ketika di masa depan nanti mereka di hadapkan dengan situasi yang dilakukan serba online. Sehingga mereka tinggal survive dan sudah tau bagaimana bertindak.

Meskipun belajar secara daring dituntut lebih mandiri dalam belajar, tapi saya tidak lepas begitu saja. Selama jam pelajaran saya tetap stand by untuk menjawab pertanyaan siswa yang kurang mengerti akan materi yang saya berikan.

Walaupun demikian, dengan menggunakan blog agak sedikit banyak kerjaan sesuai apa yang saya rasakan, karena harus membuat konten berupa video, edit video dan upload dibandingkan dengan live streaming menggunakan zoom, google meeting dll tinggal siapkan materi yang disampaikan lalu action live, siswa tinggal menyimak.

Menurut saya metode belajar mengajar menggunakan blog cocok untuk kamu yang :

  • Sering gangguan jaringan jika streaming.
  • Punya banyak kuota buat streaming.
  • Internet stabil.

Lalu, apakah blog merupakan plaform terbaik untuk sarana proses belajar mengajar ? Itu tergantung kebutuhan kamu.