#MasaSih? 1 – Kualitas Foto Tergantung Besar Kecil Megapixel

#MasaSih? 1 – Kualitas Foto Tergantung Besar Kecil Megapixel

Postingan artikel ini adalah seri dari Masa Sih ?, didalam seri artikel ini saya akan post bertema teknologi yang sifatnya umum dan beredar di masyarakat umum yang seringkali dijumpai sehari-hari, postingan ini saya terinspirasi dari postingan the series Ghibah Programmer dari blognya kang Irfan Maulana. Hanya saja di blognya kang Irfan itu membahas seputar programmer, maka di blog saya, series nya saya alihkan ke topik Teknologi secara umum.


Teknologi adalah industri yang dibangun berdasarkan ilmu sains, dan didunia teknologi memiliki banyak yang perlu dipertanyakan. Masa Sih ? yaps seperti itu, saya berikan contoh ada banyak orang percaya bahwa ketika gadget telalu lama di charge maka akan menyebabkan baterai overload, tapi faktanya tidak seperti itu, umumnya setiap gadget (smartphone, tablet dll) memiliki chip yang bisa mencegah overcharging, ketika baterai gadget sudah mencapai 100%, proses pengisian daya akan berhenti, sebagai perlindungan juga biasanya charging juga dilengkapi teknologi penangkal overcharging. Tapi, agar aman tetap ketika proses charging jangan di tinggal sembarangan dan simpan ketika charging di tempat dengan sirkulasi udara yang baik agar baterai tetap awet, Masa Sih ? Yaps betul ^_^


Menurut wikipedia megapixel awalnya adalah dua buah kata mega dan pixel, mega sendiri adalah menunjukan satuan juta dan pixel adalah titik elemen pada gambar. Simplenya dari megapixel itu adalah jutaan titik yang ada pada suatu elemen gambar.

Gambar digital dibentuk oleh jutaan titik itu. Semakin banyak titik, maka resolusi gambar semakin tinggi pula. Biasanya dari tinggi atau rendahnya megapixel ini bertujuan untuk mengetahui apakah kerapatan gambar yang di hasilkan bagus atau tidak.

Namun pengertian diatas tidak cocok dengan yang difahami di masyarakat, di masyarakat beredar mitos tentang Megapixel ini, kurang lebih seperti ini “Semakin besar megapixel maka kualitas foto semakin bagus” nah kalimat itu adalah mitos, Tapi mitos itu sudah mendarah daging di masyarakat kita. Dari mitos tersebut banyak dari masyarakat kita yang membuang uangnya setiap tahun hanya karena ingin memiliki handphone atau kamera yang megapixelnya besar.

Faktanya jumlah dari megapixel tidak secara otomatis menjadikan sebuah indikator dari kualitas foto, Megapixel sendiri dibutuhkan ketika kamu ingin mencetak foto kedalam bentuk fisik.

Jadi jika kamu ingin mencetak foto dengan ukuran cetaknya sangat besar namun gambar yang dihasilkannya tajam maka megapixel tinggi sangat diperlukan.

Bukan hanya cetak saja yang membutuhkan megapixel yang tinggi, tapi ketika kamu zoom in foto kamu tanpa mengurangi ketajaman foto maka tingginya megapixel sangat mempengaruhi.

Nah saya juga mendapatkan saran atau minimal perbandingan rata-rata megapixel untuk gambar berdasarkan media yang digunakan, ada dibawah ini nih :

  • Komputer dan Online : 1 – 3 Megapixel.
  • Mencetak 6 Inci x 4 Inci : 2 Megapixel.
  • Cetak 10 Inci x 8 Inci : 5 Megapixel.
  • Cetak 14 Inci x 11 Inchi : 7 Megapixel.

Untuk kualitas foto yang lebih berperan pentingnya adalah Komposisi, Pencahayaan, Lensa, kontrol kamera dan Sensor kamera.

Perusahaan kamera atau perusahaan terkait ini sebenarnya tau ini adalah mitos tapi ini cara marketing mereka, yaitu dengan cara mengeksploitasi kesalah fahaman kita. Seringkali kita temukan didalam iklan yang mengatakan bahwa tingkat megapixel dapat mempengaruhi kualitas foto.

Sekarang, kamu masih percaya dengan kamera 25 megapixel bisa membuat hasil selfie-mu lebih bagus ?

Hal mitos apa yang kamu temui di masyarakat khususnya tentang teknologi ? share pengalaman kamu di komentar ya !

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.