Di masa putih abu saya lebih memilih sekolah kejuruan dengan mengambil jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, saya lulus tahun 2012 setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun, dari situ resmi menjadi bagian dari keluarga besar alumni SMKN 1 Maja.

Saat di smk, saya berkenalan dengan berbagai macam bahasa pemrograman ada Pascal, C++, PHP, Basic dan sangat sedikit Java.

Ketika mulai ngeh bahwa ini adalah bahasa pemrograman yaitu ketika kelas 2 semester dua saat mulai suka dengan Visual Basic ketika membuat aplikasi sederhana yg dimana sering ditemukan Text1.text = “isi text nya” dan mulai paham memberikan background pada form di VB6. Dari hal kecil ini berlanjut ke pemrograman yg lain.

Karena PHP, saya jadi mulai tau konsep penggunaan database, koneksi database dan kolaborasi php + html + css pokoknya apa yang sudah saya dapatkan ketika belajar bahasa pemrograman saya tingkatkan lagi ketika belajar PHP.

Karena pada akhirnya, saya merasa mantap di PHP terlebih ketika ujikom di SMK dan kaprog menyarankan memakai PHP untuk ujikom bersamaan pada saat itu saya putuskan untuk menggunakan PHP jika saya mendapat job dan setelah lulus SMK akan menjadi Programmer PHP. Disini lah skenario hidup yang kita tidak tau dimulai.

Pekerjaan pertama saya apa ? Pekerjaan pertama saya menjadi pramuniaga di sebuah minimarket di Kota Majalengka…. tidak ada hubungannya dengan programmer bukan ? lalu saya resain dari minimarket karena kuliah, selama kuliah saya menjadi Instruktur IT disebuah sekolah kejuruan (ada hubungannya dengan IT tapi tidak fokus pemrograman), selama beberapa tahun menjadi instruktur IT saya memutuskan masuk ke industri lain dan saya menjadi web desainer di start up yang baru berdiri.

Karena freelance dan kontrak habis. Lalu, saya lanjutkan bekerja disebuah perusahaan media online ternama di Kota Tasikmalaya. Untuk mengisi kekosongan ketika pulang kerja, saya menerima tawaran untuk menjadi Technical Writer di sebuah perusahaan layanan penyedia domain & hosting.

Kontrak di media online dan perusahaan hosting sudah selesai, saya diminta membantu mengoptimalkan tools digital sebuah perusahaan tv swasta (saya menyebutnya tv komunitas). Padahal rencana awalnya seperti apa ? Menjadi programmer PHP tapi nyatanya tidak, bahkan ada pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan IT sama sekali. Selanjutnya sekarang bagaimana menggunakan pemrograman PHP ? Tidak, malah diperusahaan tempat saya bekerja sekarang menggunakan Java.

Lalu bagaimana dengan besok dan besoknya lagi ? Tidak ada yang tau …..

Sama seperti ketika saya belum menikah dan ketika itu sudah berencana menikah.

apa yang terjadi ? saya berencana menikah ketika itu dengan perempuan yang berasal dari beragam daerah, ada yang dari Pekanbaru, dari riau, makassar, malang, bekasi, majalengka, cisaga (ciamis) dan semua perempuannya mau untuk saya nikahi bahkan orang tua saya sudah menyetujuinya. Dan semuanya tidak jadi saya nikahi.

Yang sekarang dinikahi ? perempuan shalihah yang berasal dari pamarican, kabupaten ciamis, seorang yang baru saya kenal sekitar 1-2 minggu dan langsung saya lamar, lamaran dari menikah berjarak satu bulan lebih. Alhamdulillah saya beruntung menjadi suaminya, Allah Ta’ala hadirkan pasangan hidup yang luar biasa shalihah dan cantiknya. Teman saya berkata “kenapa kamu tidak pernah difoto bareng dengan istri kamu ? padahal dia cantik” saya jawab “maaf….. istri ku bukan jadi konsumsi umum”.

Kembali ke pembahasan hehe…

Kenapa yang kita rencanakan/yang kita inginkan hasilnya berbeda ? Itulah takdir Allah Ta’ala, padahal segala usaha dan doa sudah bersungguh-sungguh dilakukan, tapi hasil tetap serahkan kepada yang menciptakan kita. Apapun hasilnya kita harus menerimanya dan menghadapinya karena semua itu adalah kehendak Allah Ta’ala. Yang baik menurut kita belum tentu baik dan yang buruk menurut kita belum tentu buruk menurutNya. Yang terpenting adalah ikhtiarnya, hasil serahkan padaNya.

Bisa saja kamu mengalami hal yang serupa, apa yang diinginkan dengan besok kenyataanya berbeda dari apa yang diharapkan. Bukan, karena kamu tidak bisa menggapainya. Tapi, setiap aktivitas kita tidak lepas dari ketetapan-Nya. Dan ketetapan-Nya adalah yang terbaik.