Bekerja dapat dikatakan sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan seseorang untuk bertahan hidup. Ya, dengan mempunyai karir yang mapan, seseorang tidak saja memperoleh pendapatan yang mampu menopang hidupnya namun juga menjadi jaminan bagi masa depan keluarganya kelak.

Untuk Anda yang terbiasa mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan di internet, tentu sudah tidak asing lagi bukan dengan situs bernama Jobstreet? Situs ini memang menjadi salah satu situs paling terpercaya di Indonesia untuk urusan lowongan pekerjaan, ditambah lagi dengan beragamnya perusahaan dan start up yang memajang lowongannya disana.

Namun, belakangan ada lowongan pekerjaan yang sempat menggelitik mata dan pikiran saya yang dipajang disana. Bukan karena gajinya yang luar biasa, namun karena persyaratannya yang terlalu memaksa atau malah mengada-ngada, mulai dari keahlian yang terlalu banyak hingga tercantum bahwa karyawan yang nantinya diterima bersedia untuk tidak tidur jika memang pekerjaan sedang membutuhkannya.

Dituliskan bahwa sebuah perusahaan sedang mencari seorang Staff IT, namun persyaratan yang diberikannya bukan hanya harus menguasai setidaknya satu atau dua bahasa pemrograman, namun hampir semua bahasa pemrograman. Belum lagi pekerja yang dicari harus bisa memperbaiki serangkaian peralatan elektronik layaknya seperti seorang Tukang Servis.

Lalu, salahkah persyaratan atau perusahaan yang memberikan persyaratan tersebut? Sebenarnya, hal ini tidak serta merta disebut namun sesuatu yang salah. Namun, tentu saja tidak wajar, dan akan sulit sekali rasanya mendapatkan seorang pekerja yang bisa memenuhi kriteria dan persyaratan yang diberikan.

Belum lagi hal ini juga sepertinya mengingatkan kembali akan pemahaman yang kurang tepat mengenai seorang Staff IT, atau setidaknya seorang Mahasiswa IT. Dimana kebanyakan orang akan berpikir bahwa keahlian mereka ialah memperbaiki peralatan elektronik yang rusak, atau membuat desain gambar.

Ditambah lagi dengan titel Sarjana Komputer, maka tidak sedikit orang yang akan menganggapnya sebagai orang yang akan mengetahui seluruh permasalahan yang ada di komputer, baik perangkat kerasnya atau perangkat lunak yang ada di dalamnya. Bahkan, tidak jarang juga orang yang sedang membuat sebuah dokumen di Microsoft Word dan kesulitan dalam melakukan pemformatan yang diinginkan, lalu bertanya dengan membawa-bawa titel anak IT.

Namun, mungkinkah sebuah perusahaan dengan tajuk PT tidak memahami hal sesederhana itu? Rasanya ingin meyakinkan diri sendiri bahwa hal tersebut tidak mungkin, namun kriteria yang baru saja dibaca seakan membuat diri ini sulit untuk percaya.

Terlepas dari hal tersebut, hal ini juga membuktikan bahwa sebuah perusahaan tidak jarang menuntut seorang pekerjanya untuk menjadi sempurna dan serba bisa. Namun terkadang lupa mengenai cara untuk membuat pekerjanya lebih produktif dengan membuat sistem kerja yang nyaman dan menyenangkan.

Lalu bagaimana dengan Anda? Jika Anda setidaknya memiliki 70% skill atau kriteria yang dituliskan, tertarikkah Anda untuk mendaftarkan diri pada perusahaan tersebut?