Tidak Semua Orang Bisa Jadi Jendral, Jadi Jangan Ngotot Yas

Tidak Semua Orang Bisa Jadi Jendral, Jadi Jangan Ngotot Yas

Beberapa hari ini telah berjumpa dengan banyak orang, dengan teman lama atau teman baru. Ada banyak teman lama dan baru yang sudah sukses dengan karirnya, ada yang menjadi pembisnis, pegawai negeri, karyawan swasta dan lain sebagainya.

Tapi, kali ini saya tidak akan bahas itu, tapi membahas tentang apa yang terjadi dilingkungan itu, secara pekerjaan kita berbeda, bisa dibilang antara pembisnis dan karyawan(mau karyawan swasta atau pegawai negeri sipil).

Saya awali dengan sebuah pertanyaan dan silahkan anda jawab sendiri, bagus mana antara seorang pembisnis dan karyawan swasta seperti saya ? dan bagus mana antara pekerja freelance yang bisa dilakukan secara remote dengan saya yang bekerja hampir tiap hari berangkat ke kantor yang tidak jarang saya kadang harus lembur jika website perusahaan mengalami masalah ? dan bagus mana antara seseorang yang bekerja hanya untuk mencari uang buat hidup dibandingkan dengan mereka yang bekerja agar tidak bergantung kepada orang lain ?

Jika kita menjawab pertanyaan itu dengan jernih dan menggunakan akal sehat, maka semua jawaban itu bagus, dengan catatan tidak menjawab hanya karena selera kita saja.

Misalnya saja gini, anda adalah seorang pembisnis, jika menjawab semua pertanyaan itu berdasarkan selera dan sudut pandang anda, kalo pekerjaan terbaik adalah menjadi seorang pembisnis, maka gambaran untuk seorang karyawan swasta seperti saya ini bisa disandingkan sebagai seorang babu atau pelayan.

Terkadang yang menjadi permasalahan nya itu jika seseorang menganggap suatu hal pekerjaan paling bagus itu hanya karena orang tersebut sedang dalam kondisi seperti itu. Sebagai contohnya saja, saya di sosial media sudah masuk ke beberapa forum pengusaha, dan tidak jarang seakan-akan mereka itu semua orang harus sukses seperti dia ya menjadi pembisnis dan lain sebagainya, masalahnya jika menjadi pengusaha semua siapa yang mau beli produk dia nanti ? dan tidak sedikit menganggap bahwa seorang pekerja di sebuah perusahaan adalah sesuatu hal yang kurang baik.

Seringkali saya menemukan beberapa postingan di sosial media yang sangat mengagungkan pekerjaan remote atau berbisnis, yang seolah-olah hal tersebut adalah pekerjaan puncak terbaik, dan pertanyaannya apa semua orang harus seperti itu juga ?

Apakah anda pernah mengalami hal seperti ini ? dimana teman anda seolah-olah menginginkan anda seperti dia ? Jika anda pernah mengalami hal seperti ini bisa jadi seseorang tersebut memberikan pesan baik itu secara halus atau langsung, bahwa status, pekerjaan apapun itu yang ada pada dirinya harus diterapkan juga kepada orang lain karena baginya hal itu yang terbaik.

Atau bisa jadi diri kitanya yang menganggap bahwa seseorang tersebut ingin kita seperti dia. Sebenarnya itu hanya ada di otak kita.

Jika hal tersebut pernah terjadi, lantas bagaimana ? Kalo saya begini, jika kita berada di posisi orang tersebut yang menyampaikan sesuatu apapun itu, mungkin karena rasa suka dan lain sebagainya maka ada baiknya menyampaikan dengan cara yang lebih lembut tanpa harus kita merendahkan sisi lain yang ada pada dirinya. Hal ini menjadi pelajaran berharga buat saya pribadi juga, jika saya seringkali bilang jika membuat suatu website agar lebih cepat mending pake framework/content management system (jika deadline pendek) dari pada menggunakan php native #hehehe.

Selanjutnya, jangan sampai menyampaikan sesuatu terkesan, kamu harus seperti saya, kamu harus memiliki pekerjaan seperti saya biar bla bla bla, karena ini pekerjaan bla bla bla (terkecuali sebuah pekerjaan yang memang ilegal atau pekerjaan yang tidak sesuai ajaran agama itu tentu harus di ingatkan dan memberikan nasehat serta solusinya).

Saya menganggap jika ada orang yang seperti itu, saya menganggapnya seseorang tersebut sedang menyampaikan pendapat pribadi seperti yang dialaminya, jika ada seseorang keukeuh harus seperti yang dia sampaikan, cukup senyum dan bilang tidak semua orang bisa jadi jendral.

Intinya semua punya kesempatan yang sama, semua orang punya kesempatan untuk menjadi apapun yang diinginkannya, ada orang dia diberikan kesempatan untuk berkarya bersama orang lain (saya menyebutnya karyawan), ada juga yang berkarya sendiri dengan membangun tim sendiri (pengusaha/freelance dll) tapi yang kita perlu perhatikan bukan karyawan atau pengusaha nya, tapi bagaimana cara kita mendapatkan penghasilannya, apakah ditempuh dengan cara halal atau justru dengan cara yang tidak diridhoi Allah Subhana hu Wa Ta’ala yaitu dengan cara haram. Dan posisi apapun karyawan atau pembisnis memiliki resiko yang sama.

This Post Has One Comment

  1. terkadang terlalu memaksakan agar semua orang sama seperti dirinya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.